Please ENJOY

Minggu, 16 September 2012

Tadabur Alam




Ada keasyikan tersendiri saat kita punya waktu luang, sejenak melepaskan diri dari rutinitas keseharian kita dalam bekerja, banyak cara untuk merefreshing pikiran, melepaskan penat untuk melebur stess, salah satunya adalah pergi ke suatu tempat yang jauh dari hiruk pikuk kesibukan kota, ke tempat dimana kita bisa menghirup udara segar tanpa terkontaminasi polutan, untuk mendapatkan tempat yang indah dan nyaman tidak perlu mahal, kita bisa memulainya ketempat-tempat dipinggiran kota, yang penting bukan seberapa jauh kita pergi tapi seberapa dalam kita bisa menikmati tempat yang kita kunjungi, dan untuk menikmati tempat itu dibutuhkan kepekaan rasa.



Salah satu aktifitas rutin saya di waktu luang adalah dengan Bertadabur Alam, cara untuk lebih mengenal Tuhan dengan perenungan yang mendalam melalui rasa, terhadap apa-apa yang diciptakanNYA.



Hamparan indahnya alam, dari mulai pegunungan, lembah, hutan belantara, sungai, bahkan lautanpun pernah saya kunjungi, selain untuk mendapatkan suasana baru, juga untuk lebih mendekatkan diri kepada pencipta alam itu sendiri, bagaimana bisa kita mengindahkan Tuhan apabila kita tidak pernah tahu betapa indahnya alam yang Tuhan ciptakan. 




Bertadabur Alam, kita padukan rasa dengan keindahan alam yang kita kunjungi, kita satukan makna dengan ganasnya alam yang kita arungi, disana kita bisa instropeksi diri bahwa betapa kecilnya manusia bila dibandingkan dengan besarnya alam yang Tuhan ciptakan, betapa tidak berdayanya kita bila alam yang pernah kita rusak menimbulkan bencana, dan betapa indahnya alam bila kita menjaganya. Alam adalah kekuasaanNYA yang manusia sendiri sulit untuk memahami isinya bila tidak dengan berpikir. Sungguh tidak akan menemukan alasan bila manusia yang kecil ini harus sombong.

2 komentar:

  1. ya bener setuju banget ama apa yang kamu bilang.hidup kita memang harus diseimbangkan dengan alam karena manusia itu sendiri berasal dari unsur alam yaitu tanah.terkadang kita sibuk sekali dengan kehidupan kita tanpa peduli sekitar bahkan pada diri sndiri...kita larut dengan keadaan sampai kita lupa bahwa kita pun teerkadang faktor utama hancurnya alam ini.hancur karena keserakahan dan ketamakan tanpa peduli sekitar dan akibatnya akhirnya kitapun lupa pada yang lebih berkuasa diatas sana.sesekali harusnya kita menikmati juga alam bebas yg sudah Tuhan sediakan sehingga kitapun bisa bersyukur dan tau diri siapa kita ini dihadapan Tuhan

    BalasHapus
  2. cuma sayangnya gak banyak orang yang peduli terhadap pelestarian alam, padahal kalau kita menjaganya alam bisa menjadi sahabat dan memberi kehidupan yang layak, tapi kalau kita merusaknya alampun bisa menjadi sebuah bencana.

    BalasHapus