Please ENJOY

Tampilkan postingan dengan label My Experience. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Experience. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 April 2020

Malam Itu Langit Serasa Runtuh



Inna lillahi wa inna ilayhi raji’un

Kemas Fachrullah  (1981 ~ 2019)

Dok. Facebook
Pertama kali kenal Fachrul dalam sebuah acara Temu Usaha antar KUKM seluruh Indonesia diadakan di sebuah hotel berbintang di Bandung, kebetulan waktu itu Fachrul mewakili kota Palembang, Sumatera Selatan dan saya sebagai panitia acara. Semenjak itu rutin saya berkomunikasi dengan Fachrul, dan saking seringnya berkomunikasi kami berdua semakin dekat, hubungan kami sudah seperti Kakak-Adik, bahkan Fachrul sengaja mengundang saya ketika hendak menikah, kalau gak salah waktu itu usianya sudah menginjak 27 tahun. Saya senang Fachrul menikah dan saya lihat Fachrul hidup bahagia

Jumat, 24 Januari 2020

Sebuah Ide Yang Brilliant Dari Sebutir Berlian



Pertama kali saya lihat foto-fotonya di medsos saya sudah tertarik untuk menjadikan dia salah satu model fotografi yang sedang saya geluti, ada semacam daya maghnet tersendiri yang membuat saya ingin berkenalan dan dekat dengannya, saya ingin menjadikan dia salah satu objek foto saya, meskipun pada awalnya saya tidak yakin dia mau.

Mencari model itu sama persis seperti mencari jodoh, antara fotografer dan model haruslah ada kecocokan, banyak model-model keren datang mendekat, tapi entah mengapa saya kurang mood untuk menjadikan mereka objek foto saya, begitu juga ada beberapa model yang saya minati lalu saya mencoba mendekati mereka, dan mereka menolak halus dengan cara menjaga jarak, Ok bukan karakter saya untuk memaksa mereka agar mau, prinsip saya dari pada memaksakan kehendak, lebih baik melihat sekeliling lalu mencari model lain yang mau saya foto.

Senin, 06 Januari 2020

Hobi Yang Dibayar




Akhir-akhir ini aktifitas luang saya banyak disibukan dengan urusan fotografi, bukan untuk memotret diri sendiri seperti apa yang sebelumnya sering saya lakukan, atau yang orang lain lakukan, tetapi untuk memotret sebuah moment atau event, yang kesemuanya berhubungan dengan fashion, pre-wedding/wedding, lomba fotografi ataupun moment-moment lainnya yang layak untuk diabadikan.

Rabu, 01 Januari 2020

01-01-20




B.A.C.K!!!


Setelah sekian lama saya vakum untuk menulis, di awal tahun ini saya kembali dengan berbagai cerita, tetang apa yang telah terjadi di tahun 2019.

Banyak hal yang sudah saya lalui di tahun kemarin, dan banyak juga pencapaian-pencapaian yang rasanya sayang sekali apabila tidak saya bagikan, juga banyak aktifitas yang sebelumnya tidak saya lakukan dan saya lakukan di tahun 2019, dari mulai aktifitas yang behubungan dengan fashion, maupun photography.

Sabtu, 18 Maret 2017

Rock Climbing Via Ferrata GUNUNG PARANG



Kami berlima, Esha, Erni, Heri, Sino dan saya


Cuaca dirasa kurang bersahabat saat mobil kami berangkat dari tengah kota Bandung pagi itu 18 Maret 2017, hujan seolah ingin mengantar kepergian kami berlima ke Kampung Cihuni, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegal Waru, Kabupaten Purwakarta yang eksotis dan sangat kental dengan budaya sundanya.

Minggu, 06 April 2014

Stupid Jogging




Lokasi CFD DAGO
Persiapan jogging sudah dilakukan dengan matang, pkl: 6:30 saya sudah ada dilokasi Car Free Day DAGO “CFD DAGO” lengkap dengan pakaian Exercise Suit bermerk KETTLER, sebuah pakaian khusus mirip jas hujan yang mampu membakar lemak hingga badan bermandikan keringat saat kita berolah raga.

Senin, 10 Juni 2013

Sedetik [(Sebelum)] Menuju Dewasa




Terbangun dan tertegun sejenak, saya lihat jam menunjukan pukul 12:00 tengah malam, itu artinya sedetik kemudian sudah menginjak tanggal 10 Juni, sebuah tanggal yang sakral dan istimewa untuk saya. Entah mengapa saya merasa sepi malam ini, saya merasa bahwa tanggal 10 Juni yang merupakan tanggal istimewa buat saya menjadi terasa hambar dan sepi, mungkin karena tahun-tahun sebelumnya saya selalu merayakan ulang tahun saya bersama teman-teman yang mencintai saya, saya mulai bertanya-tanya, kemanakah mereka yang dulu pernah hangat, tidak seharusnya saya menghabiskan malam ini tanpa mereka.

Senin, 18 Februari 2013

Langkahku





Aku tidak ingin berlari lalu berhenti
Tapi, aku ingin melangkah pelan namun pasti
***** gagakasep, 11 April 1993 *****

Sabtu, 12 Januari 2013

Mengkonsumsi Asumsi




Dalam sebuah acara kumpul-kumpul dengan teman-teman lama atau dengan saudara-saudara yang lama gak jumpa terkadang pertanyaan sering terlontar kearah saya, pertanyaan yang sama dan diulang-ulang dari tahun ketahun, lalu sayapun menjawabnya dengan jawaban yang sama pula dari tahun-tahun sebelumnya, karena memang hanya itu jawabannya.

Selasa, 01 Januari 2013

2013, Tahun Untuk Meraih, Menjelajah, dan Menguasai Dunia Baru




Mungkin awal tahun 2013 adalah awal yang baru untuk mayoritas orang dalam menata hidup, menatap masa depan dengan penuh semangat dan yakin, tapi bagi saya awal 2013 adalah awal penyesalan, karena tanggal 31 Desember 2012 adalah tanggal berakhirnya upaya saya untuk meraih target yang pernah saya canangkan di akhir tahun sebelumnya. Awal 2013 adalah awal dimana saya menghitung kembali target-target yang belum berhasil saya capai, dan ternyata jumlahnya banyak sekali, meskipun di tahun baru ini masih ada kesempatan untuk meraih semua ketertinggalan, namun semua itu akan berbenturan dengan target baru yang saya canangkana di tahun 2013.

Senin, 22 Oktober 2012

Sawah



Suatu sore di hari minggu, dengan sengaja saya meluangkan waktu untuk jalan-jalan keluar masuk perkampungan penduduk, di sebuah desa di kabupaten Bandung, saya ingin napak tilas, saya ingin mengenang kembali saat-saat indah masa kecil saya, saya ingin menghirup kembali harumnya aroma tanah basah, riuhnya semilir angin diantara daun-daun pohon pisang, menghuninganya padi yang menyegarkan mata, kicauan burung dan gemericiknya air.

Sepanjang mata memandang, yang terlihat hanya hamparan padi yang siap untuk dituai, “hhhmmm.... betapa suburnya Indonesia”, lamunan membentang kemasa lalu, ketika langkah kaki mulai menapaki pematang diantara petak-petak sawah, ada pengalaman-pengalaman indah yang tak mungkin untuk dilupakan.

Beberapa tahun yang lalu, saat usia masih 12 tahun, saya sering main di sawah, mencari ikan dan belut, menangkap burung, atau mencari telur-telur dari bebek yang sedang digembalakan, atau hanya untuk sekedar berenang gratis di kolam ikan.

-------------------------------------------------
  
Burung gereja, burung pipit dan ketepel.

Setelah padi beberapa kali panen, biasanya petani akan menanam palawija atau mengairi sawah untuk sementara, tujuannya untuk penyegaran, agar sawah yang sudah beberapa kali ditanami padi kembali subur pada musim tanam selanjutnya, dan palawija yang biasa ditanam adalah pohon jagung, saat biji jagung mulai bermunculan saat itu pula sekawanan burung gereja dan burung pipit mulai berdatangan, biasanya petani harus kerja ekstra untuk menghalau burung-burung itu, dan saat itulah moment yang tepat untuk berburu burung, saya pergi berdua teman kecil saya, namanya Dadan, dia ahlinya berburu burung, tapi disana ternyata kami tidak cuma berdua, ada beberapa orang yang memang sengaja berprofesi sebagai pemburu burung, biasanya mereka berburu dengan menggunakan jaring khusus yang dibentangkan atau menggunakan getah pohon yang sangat lengket sebagai perangkap.

Saya dan Dadan menggunakan alat yang sangat sederhana, yaitu ketepel sejenis alat pelontar batu, bahan yang paling baik untuk ketepel biasanya dibuat dari batang pohon jambu batu, selain membawa ketepel, biasanya Dadan juga membawa panah, Dadan sangat ahli sekali dalam memanah, dia bahkan mampu memanah ikan yang berenang di dalam kolam atau sungai dari jarak yang cukup jauh, anak panahnya selalu melesat tepat sasaran.

Kami berburu burung menggunakan ketepel, kami lontarkan batu kecil menggunakan ketepel kearah burung yang sedang bertengger di atas pohon jagung, kami tidak pernah menggunakan panah yang dibawa Dadan dari rumahnya, tapi panah tetap sangat kami butuhkan untuk “melindungi diri” karena setiap pulang dan pergi kami harus melewati wilayah/jalan yang banyak anjing liarnya, kami harus melewati rumah penduduk yang memelihara anjing, bahkan anjing-anjing mereka dibiarkan berkeliaran di depan rumahnya masing-masing, diatara anjing-anjing itu banyak juga jenis anjing besar yang sangat berbahaya, seperti: helder, doberman, atau bulldog.

Saat anjing-anjing itu mulai mendekat kearah kami, saat itulah Dadan beraksi dengan panahnya,...”sreeepppttt”... biasanya anak panah yang dibidikan selalu menancap tepat sasaran, kalau saya hitung mungkin lebih dari 7 anjing yang pernah terkena anak panah, dan pastinya anjing-anjing itu mati. Wow... meskipun waktu itu usia kami masih kecil, tapi keahlian Dadan dalam memanah tak perlu diragukan lagi. Kami berdua selalu selamat dari gigitan anjing.
 --------------------------------------------------
Mereka yang meracuni, kami yang memungut.



Banyak cara untuk mendapatkan belut disawah, selain dengan strum yang menggunakan accu, juga bisa dengan racun, namanya portas, racun sejenis portas dapat dengan  mudah didapatkan, biasanya bisa kita beli di toko material bahan bangunan, saya sendiri kurang faham mengapa toko material bahan bangunan menjual racun sejenis portas, mungkin ada fungsi lain dari fortas ini sehingga toko material bahan bangunan menjualnya.

Selasa, 25 September 2012

Kembang Api




Ketika masih anak-anak saat hiburan masih belum banyak dan bervariasi seperti saat ini, ketika program televisi hanya TVRI saja, dan permaianan game belum secanggih seperti sekarang, mencari hiburan di luar rumah, meskipun jaraknya tidak terlalu jauh, hanya disekitar lingkungan tempat tinggal saja, menjadi pilihan yang menyenangkan, banyak hal yang bisa dilakukan bersama teman-teman sepermainan saat kita kecil dulu.

Minggu, 16 September 2012

Tadabur Alam




Ada keasyikan tersendiri saat kita punya waktu luang, sejenak melepaskan diri dari rutinitas keseharian kita dalam bekerja, banyak cara untuk merefreshing pikiran, melepaskan penat untuk melebur stess, salah satunya adalah pergi ke suatu tempat yang jauh dari hiruk pikuk kesibukan kota, ke tempat dimana kita bisa menghirup udara segar tanpa terkontaminasi polutan, untuk mendapatkan tempat yang indah dan nyaman tidak perlu mahal, kita bisa memulainya ketempat-tempat dipinggiran kota, yang penting bukan seberapa jauh kita pergi tapi seberapa dalam kita bisa menikmati tempat yang kita kunjungi, dan untuk menikmati tempat itu dibutuhkan kepekaan rasa.

Selasa, 11 September 2012

Perahu



“Suatu saat nanti saya ingin bekerja di dalam bangunan itu”.

“Emangnya bangunan apa itu?” tanyaku 

“Itu rumah sakit ranca badak” jawabnya sambil nunjuk ke arah bangunan tua,bercat putih dengan gaya arsitektur art deco.

“Oh… jadi itu yang namanya rumah sakit ranca badak yang terkenal itu” terlepas sudah rasa kepenasaranku, “emangnya kamu mau jadi apa gitu kalau udah gede”? tanyaku lagi.

“Jadi dokter” jawabnya singkat.

Kami berdua berlari melewati rumah sakit besar milik pemerintah, terus dan terus langkah kecil kami berlari, tujuan kami waktu itu ketempat penjualan layang-layang, disana dijual layang-layang berbagai ukuran dengan kwalitas yang baik, harganyapun lebih murah bila dibandingkan di tempat lain, karena si penjual langsung membuat layang-layangnya sendiri.

Jumat, 31 Agustus 2012

Bukan ASEP


Apalah arti sebuah nama, itu adalah ungkapan yang sering terdengar dari mulut sebagian orang, tapi tidak bagi saya, nama adalah sebutan atau label yang diberikan kepada kita dari orang tua kita, nama adalah bukti kecintaan orang tua kita terhadap kita, sebagai ciri atau penanda bagi kita agar tidak tertukar dengan orang lain, meskipun dalam pemakaiannya banyak juga orang yang menggunakan nama panggilan saat bersosialisasi, tapi itu tak mengapa selama nama panggilan itu adalah nama yang telah dikompromikan dengan diri kita, sehingga kita tetap merasa nyaman dengan nama panggilan itu.

Bicara mengenai nama panggilan ada beberapa pengalaman yang terkadang menggelitik saya, membuat saya tertawa sendiri, berikut pengalamannya…”cekidot”….

Sabtu, 09 Juni 2012

Warung Kecil dan Berbagai Cerita


Setiap hari Sabtu – Minggu atau hari libur nasional, bisanya aku menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah orang tuaku, Ibuku yang sudah tua dan tinggal sendiri mencari kesibukan dengan membuka warung kecil-kecilan dirumah, berbagai keperluan sehari-hari dijual di warung kecil yang ukurannya ± 3.5 m x 4 m,  sebetulnya ibuku gak harus buka warung untuk mencari nafkah, karena seluruh kebutuhan ibu sudah dipenuhi oleh kami anak-anaknya, tapi ibuku tetep ingin berdagang dengan membuka warung di rumah karena ingin mencari kesibukan dan merasa kasian dengan para pelanggan kalau warung harus ditutup untuk selamanya, lagi pula ibuku punya prinsip bahwa selama dia sehat dan masih kuat untuk bekerja dia ingin terus bekerja dan tidak ingin menggantungkan hidupnya kepada anak-anak dan cucu-cucunya…Woo0ooW…

Saat aku nginap di rumah ibuku, tugas utamaku membuka warung setiap pukul 6:30 pagi dan menutupnya setiap pukul 21:30 malam, terkadang aku juga membantu melayani para pembeli dengan berbagai keperluan, usia, profesi dan keunikan karakter mereka. Dari warung kecil itulah muncul berbagai kisah lengkap dengan cerita suka, duka, lucu, mengharukan dan cerita yang bikin kesal keluarga besarku tentunya.

Selasa, 08 Mei 2012

Belajar Ikhlas


Hari ini ada pelajaran berharga buatku, entah itu cambuk atau teguran, yang jelas ada nilai-nilai sakral yang bisa aku petik untuk kebaikanku di dimasa depan agar aku senantiasa berhati-hati saat menapaki langkah selanjutnya.

Saat aku putar kembali memoriku ke belakang, mungkin saat itulah kisahku berawal, sekitar pertengahan tahun 90an, sudah lama memang lebih dari sepuluh tahun, tapi ingatan itu masih jelas tergambar, saat dimana aku terima telfon dari salah seorang komisaris di perusahaan tempatku bekerja, dia telfon minta tolong sambil terisak-isak nangis karena terbelit masalah keuangan, perusahaannya baik-baik saja, tapi masalah keuangan yang menimpanya adalah masalah keuangan pribadi yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan keuangan perusahaan, aku juga agak heran mengapa dia sampai terbelit hutang ke sejumlah rentenir, bukankah sebagai komisaris dia juga punya penghasilan tetap dan suaminya juga mempunyai kedudukan yang tinggi? Aku memang type orang yang mudah terenyuh menghadapi perempuan yang minta tolong sambil terisak nangis, tanpa pikir panjang lagi langsung aku pinjamkan sejumlah uang yang menurut ukuranku sangatlah besar, untuk menutupi sebagian hutang-hutangnya ke sejumlah rentenir.  “oh Bu Hadjah malang sekali nasibmu, gak berani terus terang kepada suamimu yang berpendidikan S3 dan berkedudukan tinggi itu akan semua masalah keuangan yang membelitmu”, tapi nasibku juga malang karena sampai saat ini uang yang aku pinjamkan tidak juga kau kembalikan, padahal segala daya upaya telah aku lakukan.

Rabu, 23 November 2011

Arungi Liarnya Jeram bersama ARUS LIAR

Berpose sebelum beraksi...dari kiri ke kanan Poppy, Mega, Dee dee, Ayunk, Gagakasep, enu
Salah satu kegiatan yang paling aku sukai adalah meleburkan diri dengan alam, memadukan unsur olah raga, rekreasi, petualangan, uji adrenalin, dan haruslah ada unsur pendidikan tentunya sebagai upaya alternative untuk mengagumi kebesaran Sang Pencipta.

Rabu, 02 November 2011

Makan “TOKAI” Anjing

Kiri ke Kanan: Uking (Tajudin), Ali (paling belakang), Idan (pake kaca mata), Eful (bawa gitar), Yusuf (paling kanan)
Antara Tahun 1996 – 2002 kuanggap sebagai tahun yang penuh kenangan, di tahun itu aku bekerja sebagai Staff Exim di PT. Karyabudy Ekatama dan temen-temen gaulku disana adalah para karyawan harian yang penuh semangat, selalu bertenaga, terjaga, waspada, dan siap sedia kalau kuajak kemana-mana!


Senin, 31 Oktober 2011

Jangan Panggil Aku Dono !

Cerita ini berawal ketika aku masih duduk di kelas 4 SD, layaknya anak-anak kecil, akupun bergaul tanpa pilih-pilih teman, suka duka dalam pergaulan masa kecilku aku rasakan dan aku ingat hingga saat ini, bercanda, tertawa, saling ejek adalah hal yang biasa kami lakukan.


Diantara teman-teman sekolahku semasa SD dulu, ada dua orang teman yang suka mengejekku dengan memanggil Dono, mereka itu Herman Mariadi (Herman) dan Ahmad Sofian (Fian) meskipun mereka mengejekku dalam koridor bercanda, sejujurnya aku paling benci dan gak suka kalau dipanggil Dono, tapi akupun tidak bisa menyalahkan Herman dan Fian, mereka mengejeku dengan panggilan Dono karena bentuk gigiku yang Off Set alias orongoh, alias ngohngor, alias gino, alias..…,alias…..,alias…..dan banyak lagi alias, kadang aku gak ngerti dengan bentuk mukaku yang “kurang beruntung” itu, kalau orang lain yang mancung hidungnya, kalau aku yang mancung malah giginya, mirip banget dengan si Dono “WARKOP”, sungguh…diantara semua teman-teman SD-ku hanya gigiku yang bentuknya “nyeleneh” kalau yang lain rapih-rapih, cakep, gak ada satupun gigi temen-temenku yang doyan nongkrong diluar ampe kering kecuali gigiku.