Please ENJOY

Rabu, 18 Juli 2012

Saya (belum) Akan Mati


“Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda". “SOE HOK GIE” (17 Desember 1942 – 16 Desember 1969) Dalam bukunya yang berjudul Catatan Harian Sang Demonstran.

Sebuah buku yang sangat menginspirasi dalam perjalanan hidup saya selama ini, mungkin yang dimaksud oleh “GIE” saat itu adalah lebih baik tidak dilahirkan sama sekali dari pada lahir dan hidup seperti orang mati, hidup yang hanya diisi oleh “diam” tanpa mau berbuat sesuatu yang berarti, manusia yang hidupnya seperti ini adalah manusia yang hidupnya hanya untuk menunggu mati. karena saat itu (sekitar tahun ’66) semangat para pemuda sangatlah dibutuhkan untuk untuk melakukan sebuah pembaharuan (revolusi), artinya: pemuda yang tidak punya semangat tidak dibutuhkan. 

Minggu, 15 Juli 2012

Kekerasan Terhadap Anak


Hari ini saya melihat di televisi ada sepasang suami istri muda yang kebingungan mencari anak balita satu-satunya  yang diculik oleh orang yang belum lama mereka kenal, hari ini saya membaca berita di Koran seorang anak diamankan oleh tetangganya dan dibawa oleh ketua RT setempat ke Rumah Sakit karena tubuhnya penuh luka dianiaya kedua orang tuanya, hari ini lamunan saya melayang ke masa kecil di tahun ‘86an saat saya menyaksikan teman saya Tonny merintih menahan pedih dari luka sayatan dikulitnya, tangannya diikat brogol, Sambil menahan tubuh dengan kedua lututnya Tonny meminta peniti yang mengait di celana jerry, “prakkkk” seketika itu juga brogol langsung terbuka, Tonny  juga contoh kasus betapa seorang anak rentan sekali mengalami kekerasa dari Orang tua, saudara, pengasuh, tetangga dan orang-orang terdekatnya yang jauh lebih tua.

Senin, 09 Juli 2012

Ada Apa Dengan Pendidikan?


Coba perhatikan tangannya
Sudah menjadi salah satu tujuan dan kebanggaan orang tua bila anak-anaknya dapat mengenyam pendidikan yang layak, bertitel, mempunyai kedudukan yang tinggi di perusahaan dan terhormat di masyarakat, lalu berusahalah para orang tua untuk dapat menyekolahkan anak-anaknya setinggi mungkin, mencari sekolah favourite dengan segala fasilitas lengkap yang memadai. Harga mahal bukanlah sesuatu yang harus di perhitungkan karena telah terformat dalam pikiran para orang tua itu bahwa semakin tinggi biaya pendidikan yang harus mereka bayar semakin berkwalitaslah pendidikan yang nantinya akan diterima anak-anak mereka, tidak ada yang salah dengan pola pikir seperti itu, karena “biasanya” uang akan selalu sejajar dengan kwalitas.

Pendidikan tinggi seolah-olah menjadi jaminan akan perkerjaan yang layak dan kehidupan yang mapan, pendidikan seolah-olah digunakan hanya untuk pekerjaan saja, orang tua akan sangat menyesal sekali bila anak-anaknya yang berpendidikan tinggi tidak mampu mendapatkan pekerjaan layak yang diharapkan. Lalu hanya itukah tujuan orang tua menyekolahkan anak-anaknya?

Sabtu, 09 Juni 2012

Warung Kecil dan Berbagai Cerita


Setiap hari Sabtu – Minggu atau hari libur nasional, bisanya aku menyempatkan diri untuk berkunjung ke rumah orang tuaku, Ibuku yang sudah tua dan tinggal sendiri mencari kesibukan dengan membuka warung kecil-kecilan dirumah, berbagai keperluan sehari-hari dijual di warung kecil yang ukurannya ± 3.5 m x 4 m,  sebetulnya ibuku gak harus buka warung untuk mencari nafkah, karena seluruh kebutuhan ibu sudah dipenuhi oleh kami anak-anaknya, tapi ibuku tetep ingin berdagang dengan membuka warung di rumah karena ingin mencari kesibukan dan merasa kasian dengan para pelanggan kalau warung harus ditutup untuk selamanya, lagi pula ibuku punya prinsip bahwa selama dia sehat dan masih kuat untuk bekerja dia ingin terus bekerja dan tidak ingin menggantungkan hidupnya kepada anak-anak dan cucu-cucunya…Woo0ooW…

Saat aku nginap di rumah ibuku, tugas utamaku membuka warung setiap pukul 6:30 pagi dan menutupnya setiap pukul 21:30 malam, terkadang aku juga membantu melayani para pembeli dengan berbagai keperluan, usia, profesi dan keunikan karakter mereka. Dari warung kecil itulah muncul berbagai kisah lengkap dengan cerita suka, duka, lucu, mengharukan dan cerita yang bikin kesal keluarga besarku tentunya.

Sabtu, 02 Juni 2012

Green Canyon


Pintu masuk Green Canyon
 Jawa Barat wilayah Priangan Timur menyimpan berjuta pesona, banyak sekali wisata baik itu yang alami ataupun buatan yang layak untuk dikunjungi, dan salah satunya obyek wisata Green Canyon, Sebenarnya tempat ini punya nama asli yaitu Cukang Taneuh. Nama Green Canyon sendiri dipopulerkan oleh seorang warga Perancis pada tahun 1993. Sedangkan Cukang Taneuh punya arti yaitu: (Cukang = Jembatan, Taneuh = Tanah) jembatan tanah. Hal itu dikarenakan di atas lembah dan jurang Green Canyon terdapat jembatan dari tanah yang digunakan oleh para petani di sekitar sana untuk menuju kebun mereka. Lokasinya di desa Kertayasa, Kecamatan Cijulang, 130 km dari kota ciamis atau sekitar 31 km dari wisata bahari Pangandaran, untuk menuju Green Canyon dari arah Pangandaran kita akan melewati tempat wisata Batu Karas, tidak jauh dari sana juga terdapat Lapangan Terbang Nusawiru yang bisa kita akses dari Bandara Hussen Sastranegara – Bandung.