Please ENJOY

Senin, 14 November 2011

Mengetuk Gerbang Halilintar



Tidak afdol rasanya berkunjung ke Kota Megapolitan Tokyo – Jepang bila kita tidak mengetuk Thunder Gate atau Gerbang Halilintar berada di depan Asakusa Cannon Tample, ibarat tugu selamat datang yang siap menyapa pengunjung yang ingin menikmati kemegahan Biara Budha yang di bangun sekitar abad ke 7, sebelum melewat Gerbang Halilintar mata kita akan dimanjakan dengan deretan bangunan-bangunan kuno yang tertata apik, toko-toko cendera mata “Nakamise” dengan harga murah yang menjual pakaian adat kuno jepang “Kimono”, makanan tradisional khas jepang, dan berbagai cendera mata lainnya yang selalu diburu oleh para wisatawan yang berkunjung sehingga membuat akses jalan yang tertata apik dan rata sepanjang -/+ 200 meter menjadi sedikit crowded oleh lautan manusia.


Rabu, 02 November 2011

Makan “TOKAI” Anjing

Kiri ke Kanan: Uking (Tajudin), Ali (paling belakang), Idan (pake kaca mata), Eful (bawa gitar), Yusuf (paling kanan)
Antara Tahun 1996 – 2002 kuanggap sebagai tahun yang penuh kenangan, di tahun itu aku bekerja sebagai Staff Exim di PT. Karyabudy Ekatama dan temen-temen gaulku disana adalah para karyawan harian yang penuh semangat, selalu bertenaga, terjaga, waspada, dan siap sedia kalau kuajak kemana-mana!


Senin, 31 Oktober 2011

Jangan Panggil Aku Dono !

Cerita ini berawal ketika aku masih duduk di kelas 4 SD, layaknya anak-anak kecil, akupun bergaul tanpa pilih-pilih teman, suka duka dalam pergaulan masa kecilku aku rasakan dan aku ingat hingga saat ini, bercanda, tertawa, saling ejek adalah hal yang biasa kami lakukan.


Diantara teman-teman sekolahku semasa SD dulu, ada dua orang teman yang suka mengejekku dengan memanggil Dono, mereka itu Herman Mariadi (Herman) dan Ahmad Sofian (Fian) meskipun mereka mengejekku dalam koridor bercanda, sejujurnya aku paling benci dan gak suka kalau dipanggil Dono, tapi akupun tidak bisa menyalahkan Herman dan Fian, mereka mengejeku dengan panggilan Dono karena bentuk gigiku yang Off Set alias orongoh, alias ngohngor, alias gino, alias..…,alias…..,alias…..dan banyak lagi alias, kadang aku gak ngerti dengan bentuk mukaku yang “kurang beruntung” itu, kalau orang lain yang mancung hidungnya, kalau aku yang mancung malah giginya, mirip banget dengan si Dono “WARKOP”, sungguh…diantara semua teman-teman SD-ku hanya gigiku yang bentuknya “nyeleneh” kalau yang lain rapih-rapih, cakep, gak ada satupun gigi temen-temenku yang doyan nongkrong diluar ampe kering kecuali gigiku.

Minggu, 30 Oktober 2011

12 Jam Aku Menderita…..

Di tempat inilah dulu aku mengalami tabrak lari
Tidak semua pengalaman yang pernah aku lewati menyenangkan, kalau ada suka pastilah ada duka, dinamika hidup berputar layaknya roda pedati.

Pertengahan 2004 adalah masa yang berat bagiku, sepulah hari setelah aku merayakan Ulang Tahunku, matahari begitu terik, penat rasanya menjalani hidup, entah kenapa tiba-tiba aku berfirasat buruk, aku merasa akan terjadi sesuatu yang tidak diharapkan, tapi hidup tetep harus dijalani, aktifitas tidak boleh terhenti….di tengah kota, di jalan raya, dibawah teriknya matahari yang menyengat siang itu,  ku hentikan Motor Honda Tiger yang aku tumpangi karena tiba-tiba lampu warna merah dari Traffic Light menyala…ku diam sejenak, namum tiba-tiba dari belakang sebuah Truck Tronton melaju kencang dari belakang, menerobos lampu merah, menabrakku yang sedang berhenti….akupun terjatuh, tapi truck itu tak mau menghentikan lajunya, motorku habis tergilas, tangan kananku bukan hanya patah tapi hancur ikut tergilas juga, aku tak bisa berbuat apa-apa selain menatap bagian belakang truck yang terus melaju kencang meninggalkan ku yang terkapar dipinggiran jalan, dipersimpangan tepat dibawahPATUNG IKAN di Jalan Muhamad Ramdan.

Jumat, 28 Oktober 2011

The Metamorphosis of Me

Dalam hidup yang penuh dinamika, perubahan haruslah dilakukan seiring dengan perjalanan waktu yang kita lalui, tapi hendaknya perubahan itu adalah perubahan yang mengarahkan kita menuju hidup yang jauh lebih baik dari sebelumnya, rasa syukur terhadap karunia yang Tuhan berikan, jangan diartikan bahwa kita terima segala sesuatu seperti apa adanya, tanpa mau melakukan perbaikan disana sini, karena nasib adalah ketentuan Tuhan terhadap mahluknya dimana mahluk Tuhan tersebut dapat merubah ketentuan yang Tuhan berikan dengan “upaya” dan do’a. Kita bisa bernasib baik ataupun bernasib buruk itu semua tergantung bagaimana cara kita memandang hidup dan menjalani kehidupan.